Majalah Kamu: Juventus
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Juventus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juventus. Tampilkan semua postingan

Wah.. Dulu Messi Nyaris Berkostum Juve


TURIN - Mantan pelatih Juventus, Fabio Capello melontarkan pernyataan mengejutkan. Dia mengaku hampir memboyong Lionel Messi ke Turin. Wah..!!

Menurut penuturan Capello, kejadian itu terjadi saat dirinya masih menjadi allenatore Juventus sekira musim 2004 atau 2005. Saat itu, dia meyakini bahwa Messi bisa jadi pemain besar.

Untuk itu, di sela-sela sebuah laga persahabatan bertajuk Joan Gamper Trophy pada 2005 lalu, Capello mengutarakan hasratnya untuk memboyong Messi kepada pelatih Barca kala itu, Frank Rijkaard.

Saat itu, Messi masih berusia 16 tahun. Dia tampil cukup menawan dalam pertandingan yang berkesudahan 2-2 dan dimenangi Barca lewat adu penalti. Messi bahkan membuat satu assist yang berbuah gol.

“Saya punya penyesalan besar, saat saya memimpin Juve menghadapi Barcelona, dan Messi saat itu masih 16 tahun,” tutur Capello dikutip Football-Italia, Minggu (11/3/2012).

“Saat itu dia (Messi) tengah bermasalah dengan kontraknya, lalu saya menanyakan kepada Frank Rijkaard agar sudi meminjamkannya selama satu tahun, jadi saya bisa membantunya berkembang,” imbuh pelatih yang kini menganggur setelah mundur dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Inggris.

“Sayangnya respon dari Rijkaard mengecewakan,” pungkas Capello sembari mengatakan bahwa Rijkaard menolak meminjamkan Messi.

Insting Capello ternyata benar. Messi kini jadi salah satu pemain terbaik dunia. Winger yang kini berusia 24 tahun ini sukses mengantar Barca meraih beragam gelar bergengsi.

Bukan hanya untuk tim, Messi pribadi juga sukses mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepakbola dunia dengan meraih gelar pemain terbaik dunia tiga kali beruntun. Yang terkini, Messi mencatatkan namanya sebagai satu-satunya pemain yang mampu mencetak 5 gol dalam sebuah pertandingan format Liga Champions.

Sumber : okezone.com

Berikut Video aksi Messi saat menghadapi Juventus di Joan Gamper Trophy,

Juventus Ditahan Chievo 1-1


Turin - Juventus kembali gagal memaksimalkan kesempatan bermain di kandangnya sendiri. Menjamu Chievo Verona, La Vecchia Signora cuma bisa bermain imbang 1-1.

Bertanding di Juventus Stadium, Minggu (4/3/2012) dinihari WIB, Juve tampil dominan di babak pertama. Tapi, mereka cuma bisa unggul satu gol lewat sundulan Paolo De Ceglie.

Babak kedua berjalan lebih seru dan Chievo lebih berani keluar menyerang. Usaha tak kenal lelah tim tamu akhirnya membuahkan hasil setelah Boukary Drame mencetak gol penyama.

Tambahan satu poin membuat Juve mengoleksi 51 poin dari 25 laga dan tetap berada di peringkat kedua klasemen sementara Seri A. Mereka kini tertinggal tiga poin dari AC Milan yang sudah bermain 26 kali. Chievo di peringkat kesembilan dengan 34 poin dari 26 partai.

Jalannya pertandingan

Tim tamu lebih dulu mengancam pada menit kedua. Berawal dari umpan silang Cyril Thereau, sundulan Paolo Sammarco masih bisa diamankan oleh Gianluigi Buffon.

Juve membuka skor pada menit ke-18. Sebuah tendangan bebas Andrea Pirlo batal masuk gawang karena menghantam tiang dan sempat dihalau kiper Stefano Sorrentino. Tapi, De Ceglie datang dan menyambar bola dengan kepalanya. Masuk.

Pada menit ke-25, Chievo kembali membahayakan gawang Juve kala crossing Sammarco berhasil diteruskan oleh Francesco Acerbi dengan kepalanya. Namun, bola masih melenceng tipis.

Juve balik menekan beberapa saat kemudian lewat percobaan yang dilakukan oleh Mirko Vucinic. Sial buat Vucinic, tembakannya dari dalam kotak penalti tak mengarah ke gawang.

Juve nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-40. Namun, sepakan keras Simone Padoin dari luar kotak 16 masih bisa ditepis dengan susah payah oleh Sorrentino.

Peluang Juve di menit-menit akhir babak pertama juga belum membuahkan gol. Tendangan first time Emanuele Giaccherini cuma menerpa sisi luar jala gawang Cheivo.

Memasuki babak kedua, permainan lebih menarik. Sebuah tendangan bebas jarak jauh Acerbi hampir saja membobol gawang Juve, tapi Buffon masih bisa menghentikan laju bola.

Beberapa menit kemudian, Padoin kembali membuang peluang. Mendapat ruang tembak terbuka, penyelesaiannya masih bisa dihalau oleh Sorrentino dengan kaki.

Davide Moscardelli mendapatkan peluang bagus untuk menggetarkan gawang Juve pada menit ke-68 dan 72. Di usaha pertama tembakannya masih melebar, sementara di percobaan kedua sundulannya juga masih menyamping.

Kerja keras Chievo akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-76. Sebuah tendangan keras kaki kiri Drame masuk ke gawang setelah sempat berbelok karena mengenai kaki Leonardo Bonucci.

Di masa injury time, Juve nyaris unggul lagi. Tapi, percobaan dari Pirlo masih bisa ditepis oleh Sorrentino.

Susunan pemain:
Juventus: Buffon; Lichtsteiner (Del Piero 78'), Barzagli (Bonucci 41'), Chiellini, De Ceglie; Padoin, Pirlo, Marchisio (Caceres 72'); Giaccherini, Matri, Vucinic

Chievo: Sorrentino; Sardo, Andreolli, Acerbi, Drame; Bradley, Rigoni, Luciano (Hetemaj 64'); Thereau, Sammarco (Moscardelli 64'); Paloschi

Juventus Serius Buru Luis Suarez


Juventus diklaim telah menetapkan pilihan untuk memburu penyerang kontroversial Liverpool Luis Suarez. Hal ini dilakukan si Nyonya Tua untuk menjaga kekuatan klub jika beraksi di Liga Champions musim depan.

The Daily Star mengklaim Bianconeri telah menyiapkan dana sebesar £30 juta yang akan dipergunakan untuk melicinkan jalan sang striker Uruguay tersebut ke Juventus Stadium.

Tabloid Inggris itu mengeluarkan kemungkinan transfer terwujud terbuka lebar karena reputasi Suarez sendiri terus menurun pasca insiden rasisme dengan Patrice Evra yang diperburuk penolakannya berjabat tangan saat keduanya bertemu di Old Trafford.

The Reds disebut marah besar atas peristiwa tersebut sebaliknya disebutkan pula sang pemain kecewa dengan manajemen klub dalam menangani kasusnya.

Antonio Conte sendiri akan menyambut gembira datangnya tenaga besar anyar di Turin meski bisa dipastikan Kenny Dalglish tidak akan tinggal diam melihat Suarez yang terus memperlihatkan aksi prima meninggalkan Anfield.

Sementara itu di sisi lain seperti biasa, tim kaya raya baru Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain memantau situasi dan bersiap menyodorkan proposal tandingan.

Duel AC Milan-Juventus Berlanjut Di Komisi Disiplin



Perseteruan Rossoneri dan Bianconeri terus bergulir di luar lapangan.


90 menit pertandingan antara AC Milan dan Juventus memang telah digelar dan memunculkan skor 1-1 sebagai hasil akhir. Namun bukan berarti pertempuran kedua tim selesai pula di luar lapangan. 


Selain silang pendapat soal kontroversi dalam laga di San Siro itu dengan pertukaran komentar lewat media, di mana Milan menegaskan pantas menang jika sundulan Sulley Muntari dinyatakan gol sementara Juve berargumen hasil tak bakal banyak berubah lantaran gol sah Alessandro Matri pun dianulir, perseteruan kini dilanjutkan ke Komisi Disiplin Lega Calcio.



Pada Senin (27/2) malam waktu Italia, para hakim olahraga bakal mengeluarkan putusan terkait serangkaian insiden pada gim giornata 25 Serie A itu.

Kartu merah langsung Arturo Vidal dan kartu kuning Simone Pepe, yang membuat akumulasi ammonito-nya mencapai batas maksimal, dipastikan membuat dua personel Juve itu absen di pertandingan berikut.
Tetapi, mungkin bukan hanya mereka yang bakal terkena suspensi. Bek Milan, Philippe Mexes terancam menjalani skorsing tiga laga setelah rekaman video memperlihatkan pemain Prancis itu meninju bagian rusuk Marco Borriello.

Juve juga bakal menggunakan bukti rekaman video untuk menjerat Muntari, yang beberapa kali tampak mengasari Stephan Lichtsteiner.

Sementara itu, kubu Il Diavoli mengklaim mantan gelandang mereka yang kini berbaju Juve, Andrea Pirlo, dua kali menyikut Mark van Bommel dalam kesempatan berbeda.

Sedangkan pelatih Juventus, Antonio Conte, serta wakil presiden Milan, Adriano Galliani, dapat pula dijatuhi hukuman karena terlibat argumen keras selama half-time. Tak ketinggalan perang kata-kata antara Massimo Ambrosini dan Giorgio Chiellini usai laga bakal diusut.

AC Milan Vs Juventus Tanpa Pemenang


Keputusan kontroversi wasit mewarnai duel sengit di San Siro.
Milan - AC Milan gagal menjaga keunggulan atas Juventus saat kedua tim berlaga di San Siro, Minggu (25/2/2012) dinihari WIB. Keunggulan Rossoneri sejak babak pertama disamakan Bianconeri di jelang akhir pertandingan.

Di depan pendukungnya sendiri, Milan tampil sangat impresif di babak pertama. Sebuah gol pun berhasil mereka buat melalui sepakan jarak jauh Antonio Nocerino.

Namun di babak kedua Diavolo Rosso kehilangan kendali permainan. Banyak mendapat serangan, gawang Cristian Abbiati akhirnya dijebol Alessandro Matri di menit 86.

Hasil ini tak mengubah komposisi kedua tim di urutan teratas klasemen. Milan duduk di posisi puncak dengan poin 51, sementara Juventus menguntit di belakanganya dengan koleksi angka berjumlah 50. Pergeseran masih sangat mungkin terjadi karena 'Si Nyonya Tua' memiliki satu pertandingan sisa lebih banyak.

Milan Tanpa Boateng, Juve Full Team



Milan - AC Milan belum akan diperkuat oleh Kevin-Prince Boateng saat melakoni big match kontra Juventus, Minggu (26/2/2012) dinihari WIB. Sebaliknya, Juve akan mendatangi San Siro dengan skuad terbaiknya.

Boateng tampak terpincang-pincang saat Milan menghadapi Arsenal di Liga Champions, tengah pekan lalu. Tapi, karena kondisinya belum pulih benar dan dia belum berlatih secara penuh pada Jumat (24/2/2012), gelandang kelahiran Berlin ini tak akan dipaksakan untuk tampil.

Selain Boateng, nama lain yang juga absen adalah Zlatan Ibrahimovic yang masih harus menjalani hukuman. Selain itu, Maxi Lopez juga tidak masuk skuad.

Yang cukup melegakan untuk allenatore Massimiliano Allegri adalah kondisi kebugaran Pato yang membaik. Penyerang asal Brasil itu pun sudah bisa dimainkan dalam laga kontra Juve.

Dari kubu Juve, satu-satunya pemain utama yang cedera adalah Luca Marrone. Dia akan ditinggal di Turin. Milos Krasic juga tak dibawa ke Milan oleh Antonio Conte.

Skuad Milan: Abbiati, Amelia, Abate, Antonini, Bonera, Ely, Mesbah, Mexes, Nesta, Thiago Silva, Zambrotta, Yepes, Ambrosini, Emanuelson, Muntari, Nocerino, Van Bommel, El Shaarawy, Inzaghi, Pato, Robinho

Skuad Juventus: Buffon, Chiellini, Caceres, Pepe, Marchisio, Del Piero, De Ceglie, Manninger, Vucinic, Barzagli, Elia, Quagliarella, Bonucci, Padoin, Pirlo, Vidal, Borriello, Giaccherini, Lichtsteiner, Estigarribia, Storari, Matri

Milan-Juventus: Penentuan!



Musim 2011/12 - Giornata 25

Antonio Conte dan Massimiliano Allegri boleh saja berkomentar bahwa laga di San Siro dinihari nanti bukanlah laga yang menentukan scudetto musim ini.

Namun keduanya tak bisa menampik bahwa apa pun hasil laga nanti akan bisa menjadi modal bagi mereka untuk mengangkat tropi juara di akhir musim.

Milan untuk sementara ini memang memimpin dua angka dari Juventus, tapi sang rival dalam posisi mengantungi satu laga lebih banyak.

Jadi, bila Milan menang, mereka hanya unggul lima angka dengan kemungkinan kembali diperpendek Juventus menjadi dua angka (lagi) apabila bisa menang di laga yang mereka kantongi itu.

Sementara bila Juventus menang, selain bisa menggeser Milan dari capolista sementara Serie A Italia, mereka juga berkesempatan menjauh dari kejaran rival mereka itu dengan meraih kemenangan di satu laga yang mereka kantongi itu.

Karena itulah mengapa laga di San Siro dinihari nanti akan menjadi laga yang menentukan, tak bisa dipungkiri lagi. Karena bukan hanya gengsi yang dipertaruhkan, tapi juga peluang juara.



Untuk bisa menang, Milan masih harus bermain tanpa Alberto Aquilani, Antonio Cassano, Gennaro Gattuso, Alexander Merkel, Clarence Seedorf dan Rodney Strasser yang mengalami cedera. Zlatan Ibrahimovic juga absen karena sanksi, sementara Kevin-Prince Boateng dan Alessandro Nesta masih diragukan kesiapan menghadapi laga ini.

Sedangkan Juventus berada di kondisi yang lebih baik. Hampir semua pemain mereka dalam kondisi fit dan siap dimainkan. Antonio Conte punya keleluasaan untuk meramu skuad terbaiknya di laga ini.

Prediksi Skuad:
Milan: Abbiati, Mesbah, Thiago Silva, Mexes, Abate, Muntari, Bommel, Nocerino, Emanuelson, Robinho, Pato

Juventus:
Buffon, Chiellini, Bonucci, Barzagli, Lichsteiner, Vidal, Pirlo, Marchisio, Pepe, Quagliarella, Vucinic

Prediksi Hasil:
Milan 2-1 Juventus



Sumber : goal.com

EKSKLUSIF - Zlatan Ibrahimovic: Juventus Diuntungkan Main Satu Pekan Sekali

Ibrahimovic mengungkapkan satu kunci perbedaan antara Milan musim ini dan musim sebelumnya.

Striker AC Milan Zlatan Ibrahimovic meyakini ada kehilangan kualitas di dalam Rossoneri pada musim ini, sehinggia tidak bisa meninggalkan Juventus, yang disebut bermain dengan keuntungan signifikan.

Milan saat ini tertinggal dua poin dari Juventus di klasemen sementara, setelah mengalahkan Bianconeri mengalahkan Catania 3-1 dinihari tadi. Ibrahimovic menilai Massimiliano Allegri sebagai pelatih berkelas. 


Dalam wawancaranya dengan editor GOAL.com Italia Kris Voakes, pemain berusia 30 tahun itu mengungkapkan satu kunci perbedaan antara musim ini dan keberhasilan menjadi juara di musim sebelumnya.

“Menurut saya, ketika kami bermain buruk tahun lalu, kami masih bisa mendapatkan poin yang dibutuhkan. Tahun ini, ketika kami bermain buruk, kami menelan kekalahan. Saya kira itu berkaitan dengan kualitas. Ketika Anda bermain buruk, Anda masih mendapat poin atau menang,” ungkap Ibrahimovic.

“Tapi tahun ini tidak seperti itu. Kami telah kehilangan banyak poin penting ketika kami bermain buruk. Kami juga harus mendapatkan sejumlah pemain dibekap cedera. Jadi, itu sebuah kombinasi. Di satu momen Anda di sini, di momen lainnya Anda di sana. Namun yang paling penting menjaga level setinggi mungkin sepanjang musim, dan itu bisa membuat sebuah tim meraih kemenangan.”

Penyerang asal Swedia ini, yang akan absen pada akhir pekan nanti saat bertemu Juventus, meyakini ada sesuatu yang membuat Juventus berada di atas angin.

“Menurut saya, Juventus bermain sangat bagus. Tapi kita tidak boleh lupa, mereka bermain satu kali tiap pekan, dan kami bermain tiga kali. Itu perbedaan besar,” ulas Ibrahimovic. 



 Tertinggal dua poin | Ibrahimovic meyakini jumlah laga yang banyak beri pengaruh.

Kendati demikian, Ibrahimovic merasa senang dengan kemajuan yang diperoleh Milan, dan itu berkat Allegri, yang disebut sebagai pelatih papan atas yang pernah bekerja sama dengan dirinya.

“Jika Anda berpikir dia seperti sebuah buku, dia berada dipermulaan, karena akan banyak halaman yang dia isi. Dia sudah memenangi liga, dia mendapatkan juara Supercoppa,” kata Ibrahimovic.

“Tapi menurut saya, dia berada di awal karirnya sebagai pelatih bersama tim besar. Dia masih dalam tahap belajar, dan berkembang. Saya tetap menempatkan dia di posisi atas, karena Anda harus menjadi pelatih bagus untuk membawa tim juara.”

“Saya mendengar Jose Mourinho mengatakan, lebih baik menjadi pelatih di Inggris dibandingkan di Italia. Karena, di Inggris Anda bisa menjadi pelatih selama 20 tahun tanpa memenangi apapun. Tapi di Italia, Anda bisa menjadi pelatih tanpa memenangi apapun selama tiga bulan, dan Anda keluar. Saya pikir, dia ditanya berhari-hari bergantung kepada hasil di Minggu atau Rabu.”

Ibrahimovic akan menjalani sanksi keduanya pada malam ini ini ketika Milan bertandang ke Cesena, mengingat bandingnya mengenai penamparan terhadap pemain Napoli Salvatore Aronica baru digelar paling cepat Kamis nanti.

Sumber : Goal.com

CATATAN Serie A Italia: Kenapa Juventus Selalu Dirugikan Wasit?



Penolakan para wasit Serie A memberikan penalti bagi Juventus seakan menjadi tren musim ini.

Kemenangan 3-1 atas Catania pada Sabtu (18/2) membawa Juventus menggeser AC Milan sebagai capolista Serie A. Dengan jumlah laga serupa, sebelum Rossoneri bertamu ke Cesena malam ini, I Bianconeri mengantungi surplus dua poin.


Namun, bisa jadi di benak kubu Turin dan sebagian besar Juventini masih tersimpan pemikiran bahwa Tim Hitam-Putih sebetulnya layak memimpin lebih jauh atas Si Merah-Hitam.


Hal itu tak terlepas dari kontroversi yang mendera Juventus di dua gim sebelum jumpa Catania, serta di beberapa laga terdahulu. Juve mengklaim mereka kerap dirugikan wasit yang tak mau memberikan penalti walau terjadi aksi ilegal yang kentara di kotak penalti lawan.

Setelah wasit Sebastiano Peruzzo ogah menunjuk titik putih saat gelandang Siena, Simone Vergassola, tampak sengaja memblok crossing Giorgio Chiellini dengan tangannya, di pekan berikutnya giliran Paolo Silvio Mazzoleni yang dua kali menolak meniup peluit tanda pelanggaran waktu Juve melawat ke Parma.
Pertama adalah ketika Emanuele Giaccherini dijatuhkan Jonathan Biabiany dan kemudian saat tekel Fabiano Santacrocce menerjang Andrea Pirlo.

Dalam sepasang laga tersebut, Juve harus puas dengan skor akhir 0-0 yang berarti empat dari enam angka potensial yang dibidik melayang. Tak tahan dengan berulangnya situasi yang dianggap sebagai suatu ketidakadilan, pelatih Antonio Conte sontak bereaksi.

"Para wasit takut meniup peluit untuk Juve," kecamnya. Komentar yang didukung penuh pihak klub dengan merilis pernyataan resmi: "Kami ingin diperlakukan adil".

Satu hal yang patut dipertimbangkan adalah bukan musim ini saja Juventus meminta keadilan ditegakkan. Kompetisi musim 2011/12 merupakan kulminasi dari derita I Bianconeri dan para pendukungnya selama lebih dari lima tahun.

Di mata Juventini, putusan pengadilan terkait skandal calciopoli pada 2006 terasa timpang -- Juve satu-satunya klub yang dijebloskan ke Serie B -- dan inkosisten, apalagi terkuaknya sejumlah bukti kuat beberapa tahun berselang yang mengindikasikan keterlibatan aktor-aktor lain pun dinyatakan mentah karena adanya statute of limitation alias peraturan masa kedaluwarsa suatu kasus di Italia.

Guna menyembuhkan luka mendalam yang dirasakan serta menegaskan kebangkitan, Si Nyonya Tua mutlak membutuhkan scudetto pasca-calciopoli, dan musim ini Juventus melaju di jalur tepat di bawah pimpinan Conte.

Tetapi, jalan Si Hitam-Putih terbilang terjal. Selain keputusan yang patut diperdebatkan kontra Parma dan Siena, dalam derby d'Italia pada Oktober silam di Giuseppe Meazza pun Juve mungkin saja menang dengan skor lebih dari 2-1.

KLASEMEN PENALTI
Klub

Catania
Milan
Cesena
Napoli
Parma
Fiorentina
Siena
Udinese
Palermo
Atalanta
Inter
Cagliari
Novara
Roma
Lecce
Lazio
Bologna
Chievo
Genoa
Juventus
2011-12

7-3 (+4)
6-1 (+5)
6-6 (0)
5-0 (+5)
5-2 (+3)
5-3 (+2)
5-4 (+1)
4-3 (+1)
4-4 (0)
4-5 (-1)
4-6 (-2)
3-2 (+1)
3-3 (0)
3-4 (-1)
3-4 (-1)
2-3 (-1)
2-3 (-1)
2-6 (-4)
2-8 (-6)
1-3 (-2)
2008-12
25-20 (+5)
34-11 (+23)
---
23-20 (+3)
---
12-15 (-3)
---
30-27 (+3)
21-26 (-5)
---
20-18 (+2)
16-17 (-1)
---
34-24 (+10)
---
17-21 (-4)
16-19 (-3)
10-32 (-22)
23-24 (-1)
16-13 (+3)
Ket.: mendapat-menderita (selisih)
Saat itu Claudio Marchisio jelas-jelas dilanggar kiper Inter Milan, Luca Castellazzi, di kotak terlarang, dan karena ia menjadi orang terakhir di garis pertahanan, pantas pula menerima espulso langsung. Namun, seperti diketahui, tidak demikian yang terjadi.
Di atas itu semua, para pemain Juventus selama ini juga mengeluhkan begitu mudahnya wasit menghadiahkan penalti buat tim lawan meski hanya ada kontak minimal. Faktanya, I Bianconeri musim ini hanya memperoleh sebuah penalti -- ketika menang 2-0 atas Cesena -- dan menderita tiga.
Bandingkan dengan Milan yang sudah mendapat setengah lusin tendangan 12 pas dan hanya menelan satu. Catatan itu sekaligus menempatkan Il Diavoli di peringkat dua "klasemen" penalti di Serie A 2011/12, sedangkan Juve berada di posisi buncit.
Episode menarik tergelar pada Kamis (16/2). Media berbasis Kota Milano, La Gazzetta dello Sport, dalam edisi online-nya justru, entah sengaja atau tidak, memuat statistik yang salah.
Dalam laporan tersebut, Gazzetta menegaskan Juve tak punya alasan untuk komplain karena Udinese dan Bologna juga hanya memperoleh satu penalti musim ini, padahal sebenarnya lebih dari itu (Udinese empat dan Bologna dua).
Mediaset, jaringan media yang dimiliki bos besar Milan, Silvio Berlusconi, juga mempublikasikan berita identik dengan Gazzetta.
Membaca dua artikel tersebut, pantaslah jika tifosi setia Juventus di Italia menyimpulkan adanya konspirasi untuk menjatuhkan, atau setidaknya merintangi laju Si Nyonya Tua dalam balapan scudetto.

Sebelum calciopoli, walau selalu menjadi rival sengit di Serie A selama sekitar 15 tahun, Juventus dan Milan juga dikenal sebagai sekutu yang berkolaborasi dalam mempromosikan sepakbola Italia, saling bertukar pemain, dan hanya menghabiskan pertarungan di atas lapangan.

Namun, tampak jelas bahwa pada musim ini arena persaingan Bianconeri dan Rossoneri tak cuma di lapangan hijau, tapi juga dalam konferensi pers, studio TV, koran, serta media online. Thus, duel akbar kedua tim pekan depan di San Siro sepertinya akan memiliki makna lebih dari sekadar pertaruhan tiga angka menuju predikat raja Italia.

PENALTI UNTUK MILAN
CATANIA (k), 6 November - skor saat itu: 1-0
Salah posisi, Lanzafame menarik Robinho hingga jatuh
PENILAIAN: Keputusan bagus
CHIEVO (k), 27 November - skor saat itu: 3-0
Luciano menjatuhkan Pato setelah setelah one-touch play
PENILAIAN: Mungkin terlalu mudah diberikan, tapi aksi bertahan Luciano pun tak bisa dibilang hebat
GENOA (t), 2 Desember - skor saat itu: 0-0
Kaladze melanggar Ibrahimovic
PENILAIAN: Tepat
BOLOGNA (t), 11 Desember 11 - skor saat itu: 1-1Raggi menginjak Ibrahimovic setelah memotong umpan menuju Pato yang berada dalam posisi off-side
PENILAIAN: Pelanggaran dapat diperdebatkan, lagipula Pato seharusnya didakwa off-side lebih dulu
SIENA (t), 17 Desember - skor saat itu: 1-0
Brkic dikartu kuning karena menjatuhkan Boateng
PENILAIAN: Boateng sengaja menjulurkan kaki agar terjadi kontak
ATALANTA (t), 8 Januari - skor saat itu: 0-0
Pato membiarkan bola melewatinya, tapi dijegal Manfredini dari belakang
PENILAIAN: Penalti pasti

KLAIM PENALTI JUVENTUS YANG DITOLAK
PARMA (k), 11 September - skor saat itu: 2-0
Lichtsteiner mengirim bola kepada Del Piero, tapi Paletta menabraknya dari belakang
PENILAIAN: Untuk insiden ini, wasit terkadang menunjuk titik putih, namun tak jarang pula mengabaikannya
INTER (t), 29 Oktober - skor saat itu: 2-1
Marchisio melepaskan tendangan chip melewati Castellazzi tapi kemudian diterjang sang kiper
PENILAIAN: Jelas penalti
LECCE (t), 8 Januari - skor saat itu: 1-0
Laju Lichtsteiner dihentikan paksa Esposito
PENILAIAN: 50-50
SIENA (k), 5 Februari - skor saat itu: 0-0Umpan silang Chiellini dari kiri diblok lengan Vergassola
PENILAIAN: Penalti. Lengan tidak dalam posisi natural dan terdapat pergerakan menuju bola
PARMA (t), 15 Februari - skor saat itu: 0-0
Giaccherini yang sedang berlari mengejar umpan lampung Pirlo ditekel Biabiany
PENILAIAN: Biabiany tak mengenai bola sama sekali. Penalti
PARMA (t), 15 Februari - skor saat itu: 0-0
Kaki Santacroce merintangi Pirlo di kotak terlarang
PENILAIAN: Terdapat kontak, tapi cukup keraskah sehingga Pirlo terjatuh?

Bekuk Catania, Juve Geser Milan dari Puncak Klasemen

FOTO:(Getty Images/Valerio Pennicino)  

Turin - Juventus sukses meraih tiga angka kala menghadapi Catania. Menang 3-1, 'Si Nyonya Tua' menggeser AC Milan dari posisi puncak.

Menjamu Catania di Juventus Stadium, Minggu (19/2/2012) dinihari WIB, tuan rumah sempat dikejutkan oleh gol Pablo Barrientos di menit keempat. Juve baru bisa menyamakan kedudukan di menit 22 lewat tendangan bebas Andrea Pirlo.

Mulai menit 66 Catania harus bermain dengan 10 pemain setelah Marco Motta menerima kartu kuning kedua. Unggul jumlah pemain, Juve mampu mencetak dua gol tambahan lewat Giorgio Chiellini dan Fabio Quagliarella.

Kemenangan ini mengantar Bianconeri yang masih menyimpan satu laga tunda kembali ke puncak klasemen dengan koleksi 49 poin atau unggul dua poin dari Milan. Sementara Catania tertahan di posisi 14 dengan 27 poin.

Jalannya Pertandingan
Empat menit laga berjalan, para pendukung tuan rumah dikejutkan oleh gol dari tim tamu. Sepakan Pablo Barrientos dari luar kotak penalti mengalir deras ke pojok kanan gawang dan tak mampu dijangkau oleh Gianluigi Buffon.

Tertinggal satu gol, Juve meningkatkan serangan untuk mengincar gol penyeimbang. Namun sundulan Marco Borriello menyambut umpan Paolo De Ceglie masih bisa diamankan Tom�s Kosicky.

Kemelut di depan gawang Catania usai sebuah sepak pojok hampir menghasilkan gol bagi Juve. Namun upaya Borriello dan Claudio Marchisio hanya menghasilkan sepak pojok lagi bagi Juve.

Pirlo! Gol! Andrea Pirlo membawa Juve menyamakan kedudukan di menit 22 usai tendangan bebasnya melewati pagar betis Catania dan merobek gawang Kosicky yang sudah mati langkah.

Sebuah upaya Fabio Quagliarella dari luar kotak penalti di menit 30 hanya mengenai mistar gawang Catania. Begitu juga dengan sepakan Gonzalo Bergessio dua menit kemudian yang juga masih membentur mistar gawang Buffon.

Babak kedua dimulai, Juve langsung mengambil inisiatif serangan. Sebuah tendangan bebas Pirlo tiga menit setelah paruh kedua dimuai masih melayang tipis di atas mistar gawang Catania

Menit ke 52 sepakan Quagliarella dari jarak dekat menyambut umpan Emanuele Giaccherini masih berhasil diblok.

Pirlo sekali lagi mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun bola masih mampu diselamatkan Kosicky.

Menit ke 66 Catania harus bermain dengan 10 pemain setelah Marco Motta menerima kartu kuning kedua usai melanggar De Ceglie.

Tak lama berselang Catania justru hampir mencetak gol. Namun sepakan Sergio Almiron dari dalam kotak penalti usai memanfaatkan kelengahan barisan belakang Juve masih mampu diselamatkan Buffon.

Juve akhirnya berbalik unggul di menit 74. Sundulan Giorgio Chiellini menyambut tendangan bebas Pirlo sukses merobek gawang Catania.

Enam menit kemudian Juve memperbesar keunggulannya. Berawal dari kesalahan Kosicky dalam menendang bola, Pirlo melepaskan umpan pada Quagliarella.

Quagliarella yang cukup bebas kemudian melepaskan sepakan keras ke arah gawang. Meski sempat membentur Kosicky, namun bola tetap meluncur ke dalam gawang. Skor 3-1 untuk keunggulan Juven bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Susunan Pemain
Juventus: Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Giaccherini, Marchisio, Pirlo, Padoin (Pepe 61'), De Ceglie (Vucinic 68'); Borriello (Lichsteiner , Quagliarella

Catania: Kosicky; Motta, Bellusci, Legrottaglie, Marchese; Izco, Lodi (Spolli 60'), Almiron; Gomez (Seymour 71'), Bergessio, Barrientos (Biagianti 50')

Sumber : detik.com

Juventus Ramaikan Perburuan Gonzalo Higuain



Chelsea akan mendapatkan persaingan yang ketat dari Juventus untuk bisa merekrut pemain bintang Real Madrid ini.


Perburuan untuk mendapatkan striker Real Madrid Gonzalo Higuain pada musim panas mendatang masih terus berlanjut. Kali ini giliran Juventus yang dikabarkan masuk ke dalam bursa persaingan.

Sebelumnya Chelsea dikabarkan sebagai kandidat favorit untuk bisa menggaet pemain tim nasional Argentina tersebut pada bursa transfer mendatang. 



Namun demikian laporan Tuttosport yang mengutip sebuah sumber di kubu Juventus mengklaim Bianconeri juga tidak mau kalah sengit untuk mendaratkan Higuain.

"Kami akan bertarung habis-habisan dengan Chelsea untuk bisa merekrutnya," ujar sumber tanpa identias tersebut. 


Sumber : goal.com

Coppa Italia: Martin Caceres Permalukan Milan Di San Siro


Juventus mempermalukan AC Milan 2-1.



Juventus berhasil mempermalukan AC Milan 2-1 saat bertemu pada leg pertama semi-final Coppa Italia di San Siro, Kamis (9/2) dinihari WIB.

Dua gol penentu kemenangan Si Nyonya Tua dipersembahkan oleh bek tim nasional Uruguay Martin Caceres. Sedangkan satu gol balasan Rossoneri disumbangkan oleh Stephan El Shaarawy.

Caceres, pemain yang didatangkan Juve pada bursa transfer Januari kemarin dari Sevilla, membuka keunggulan bagi Bianconeri pada menit ke-53. Gol tersebut sekaligus memecahkan kebuntuan kedua tim yang harus bermain tanpa gol sepanjang 45 menit pertama.

Gol pertama ini diraih setelah Caceres berhasil memanfaatkan bola muntah dari hasil tendangan Marco Borriello yang sempat dimentahkan oleh kiper Marco Amelia.

Usai kebobolan, Milan mencoba konsolidasi untuk lebih agresif menekan. Usaha itu membuahkan hasil. Di menit ke-62, El Shaarawy berhasil menyamakan skor menjadi 1-1. Gol tersebut berawal dari hasil kerjasama yang apik antara Luca Antonini dan Massimo Ambrosini.

Milan sebenarnya sempat memperoleh gol tambahan di menit ke-70. Sayangnya, wasit menganulir gol tersebut. Wasit saat itu melihat tangan Zlatan Ibrahimovic telah menyentuh bola sebelum bola merangsek ke dalam gawang Juve.

Lalu tujuh menit jelang berakhirnya waktu normal, Juve berhasil memperbesar keunggulannya. Gol kedua ini kembali lagi dicetak oleh Caceres, sekaligus juga menjadi penentu bagi kemenangan Juve.

Dengan kemenangan ini, langkah Juve untuk bisa melaju ke babak berikutnya semakin terbuka lebar. Kedua tim akan kembali lagi bertemu pada 22 Februari mendatang pada laga leg kedua di kandang Juve.


Sumber : goal.com

Andrea Pirlo: Capolista Harus Tetap Milik Juventus

Pirlo mengeluarkan pujian terhadap Antonio Conte yang semakin mendekatkan tim mewujudkan mimpi mengakhiri puasa gelar.

Gelandang Juventus Andrea Pirlo memprediksi skuad Bianconeri akan mendapat perlawanan ketat dari Siena namun target klub tetapi mengamankan angka penuh.

Saat ini hanya satu poin yang memisahkan klub raksasa Turin tersebut dengan juara bertahan Serie A Italia Ac Milan dan sang gelandang veteran meminta rekan satu timnya tetap waspada.

"Laga nanti akan berjalan ketat. Bukan hal mudah mengalahkan tim dengan peorganisasian permainan solid," jelasnya pada Juventus Channel.

Pirlo lalu mengeluarkan pujian terhadap Antonio Conte yang semakin mendekatkan tim mewujudkan mimpi mengakhiri puasa gelar.

"Conte pelatih jempolan dia menyuntikkan banyak hal positif pad aklub," lanjutnya.

"Saat ini Juventus berstatus Capolista dan kami ingin mempertahankannya."

Hingga laga ke-20 Juventus belum juga terkalahkan sementara Siena membutuhkan poin tambahan untuk menjauhi zona degradasi.



Sumber : goal.com

Seydou Keita: Real Madrid & Juventus Inginkan Saya





Bek Barcelona Seydou Keita menyatakan dirinya sempat ditawari banyak uang untuk bergabung dengan Real Madrid dan Juventus. Namun, hal itu tak dilakukannya, dan ia tetap berkomiten untuk Azulgrana.

Pemain asal Mali yang sedang menjalani tugas bersama timnas di ajang Piala Afrika itu memang sempat diminati sejumlah klub besar Eropa. Ia pun menyatakan keinginannya untuk mengakhiri karir di Camp Nou, meski tidak bisa dipastikan.


"Saya sebenarnya sudah terlibat negosiasi dengan Real Madrid dan Juventus. Beberapa klub lain juga melakukan. Mereka menawari saya banyak uang," ujar Keita kepada L'Equipe.

"Tapi, saya memberikan kata-kata saya kepada para direktur Barcelona.'

Keita mendapatkan kesempatan untuk meninggalkan Barca pada akhir musim ini demi mencari tantangan baru bersama klub lain. Namun, ia belum bisa memutuskan apa yang dilakukannya nanti.

"Saya sungguh tidak bisa mengatakannya sekarang. Saya cinta Barca, ini adalah rumah saya,"

Alessandro Del Piero Digantikan Luis Suarez?


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAMrs1Kb15oYH1qFASd3p2Kl7u_wBB0OUoiwSmEx7YLCESibfHO1KvtAYt885GKS_QKZ6Jega0tp54xuYwLkMrzShlJ77e9qHgbenrVCXj2lZbn320C5e7EclWe4HmlX-3GpNZKHi68A/s1600/Luis-Suarez.jpg
Bursa transfer pemain musim dingin baru saja berlalu tetapi raksasa Serie A Italia Juventus disebut telah menyusun rencana besar musim panas mendatang.

Striker andalan Liverpool Luis Suarez dilaporkan siap diboyong si Nyonya Tua ke Juventus Stadium untuk menggantikan peran Alessandro Del Piero.

The Daily Mail mengklaim pemain seharga £30 juta itu akan mendapat ejekan dari penggemar sepakbola di Inggris hingga menimbulkan kekhawatiran manajemen Suarez akan meniti karir baru di tempat lain.
Sumber : goal.com

SELEBRITA

More on this category »
 
Support : Rasa Susu Segar | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Majalah Kamu - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger