Majalah Kamu: Mobil
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mobil. Tampilkan semua postingan

Mau Ceper, Boleh Potong Per?


Suspensi adalah satu organ kendaraan yang berfungsi utama memberikan kenyamanan kepada pengemudi dan penumpang dengan meredam guncangan akibat medan jalan tidak rata. Jika ingin membuat mobil ceper, maka pengubahan ada pada sektor suspensi, khususnya per.

Idealnya, langkah penceperan terbaik adalah menggunakan lowering kit atau paket suspensi khusus ceper buatan pabrik seperti Eibach, Jamex, Intrack, Apexi yang semuanya juga bisa diperoleh dalam kondisi second.

Semua perusahaan ini sudah menghabiskan waktu dan uang untuk memikirkan bagaimana membuat mobil ceper, tanpa membuat Anda harus bersusah-susah memikirkan spesifikasi yang pas agar gaya ceper bisa diperoleh, sementara kenyamanan dan keamanan masih tetap bisa didapatkan.

Memotong sendiri per butuh keberanian dan pengetahuan yang cukup. Kalau mau coba-coba, berarti siap-siap keluar uang lebih untuk membeli per baru karena, misalnya, akibat salah potong.

Anda juga harus punya pemotong khusus agar ukuran per yang didapatkan sesuai dengan kebutuhan yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu agar mudah dipotong, tetapi fatalnya dapat membuat per bengkok dan justru berbahaya jika dipasang pada kendaraan.

Untuk diketahui, konstruksi per sebenarnya terdiri dari bagian yang aktif (terlihat renggang) dan pasif (terlihat lebih rapat). Jika pemotongan per tetap dilakukan, maka tidak dianjurkan lebih dari seperempat ukuran aslinya.

Sebagai gambaran, lowering kit sudah tersedia untuk beragam jenis kendaraan secara spesifik. Misalnya lowering kit untuk Mazda3 atau Audi. Dalam hal ini, pihak bengkel khusus ceper biasanya sudah bisa memilah. Yang menyenangkan lagi, sejumlah paket ditawarkan berikut stopper atau semacam mur penahan untuk menyesuaikan tinggi suspensi yang diinginkan.

Selain lihat apakah pemasangannya membuat mobil terlihat keren, perhatikan juga apakah pemasangan sudah sesuai pusat titik gravitasi yang seterusnya memberikan pengendalian lebih baik pada mobil, baik atau nyaman saat beradu dengan permukaan jalan, dan apakah tidak limbung saat mobil bermanuver. Yang satu ini perlu uji coba setelah pemasangan.

Perhatikan juga apakah penceperan atau mungkin pemasangan ban bervelg besar mentok di sepakbor atau fender.

Jika Anda tidak mengubah bentuk sepakbor atau fender (melebarkan bodi di bagian itu misalnya), ceper yang ekstrim atau melebihi batas dan maka akan membuat ban terbentur-bentur sepakbor dan bisa mengakibatkan gerak mobil melambat tiba-tiba saat terguncang (bumpstop) atau lebih jauh membuat ban lebih cepat aus.

Terlanjur Kepincut Mercedes Benz Klasik

Kalau sudah hobi, apapun tak akan menjadi masalah, kendati harus mengeluarkan kocek besar. Apapun dilakukan, untuk memberikan kepuasan nurani yang tak cukup hanya dijelaskan dengan kata - kata.


Ungkapan itu tepat menggambarkan Andre (41) dalam bergelut dengan hobinya di Mercedes Classic Club Indonesia (MCCI). Puluhan juta hingga ratusan juta rupiah dikeluarkannya untuk melengkapi koleksi mobil Mercedes Benz Klasik miliknya.

"Sekarang saya sudah punya 15 mobil klasik, selain menjadi seorang kolektor, saya juga mendapatkan penghasilan, ya, dari sini. Jadi tidak hanya hobi," ujarnya di sela - sela berlangsungnya Jambore Nasional VI Mercedes Benz Club Indonesia (MBCI) di GOR Jatidiri, Semarang, beberapa waktu lalu.

Tak lain dan tak bukan, menjatuhkan pilihannya ke mobil besutan Eropa itu karena memiliki kenyamanan , keamanan, dan model yang artistik, "Karena yang saya suka adalah yang mobil klasiknya, secara investasi sangat bagus. Karena harganya tak akan turun, justru terus meningkat bahkan tak memiliki patokan harga," katanya.

Dalam hal perawatan, tak ada kesulitan berarti selama menjalani hobinya itu. Namun, dalam hal kelengkapan aksesoris dan onderdil, terpaksa harus pergi keluar negeri bila tidak mendapatkan di Indonesia.

"Untuk mencari onderdil, memang agak sulit, karena mobilnya saja sudah berusia puluhan tahun. Ada yang dari tahun 40-an dan masih berjalan," ujarnya.

Andre mengatakan, untuk bergelut dalam hobi ini tidak cukup memiliki uang banyak, "Uang banyak bukan yang utama, karena mobil ini kan barang antik dan jumlahnya sangat sedikit. Misalnya kita suka dengan mobil yang paling tua, punya uang Rp. 2 miliar saja, kalau tidak dijual pemiliknya juga tidak bisa," ucapnya.

Vice President Event Mercedes Benz Club Indonesia (MBCI), Iswachyudi Abdulrachman, juga tertarik pada mobil klasik yang dimiliki Mercedes Benz. Ketangguhannya pada mesin dan onderdil menjadi daya tariknya untuk berkecimpung dalam pecinta mobil klasik.

"Saya suka mobil Mercedes Benz klasik, terutama untuk Tiger W123 karena mobil - mobil ini sangat tangguh, bandingkan saja, mobil - mobil sekarang setiap 2 tahun tahun sekali harus ganti kampas rem. Mobil keluaran Mercedes Benz bisa sampai 5 - 7 tahun baru mengganti kampas rem," ujarnya.

Saat ini dia memiliki 5 mobil klasik Mercedes Benz dan jangan tanya soal harga, karena bagi yang bukan pehobi pasti menganggap angka tersebut termasuk besar. "Kami tidak melihat seberapa besar biayanya, melainkan dari kepuasannya. Memandangi mobil yang kita miliki saja sudah memiliki kenikmatan tersendiri," ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini jumlah mobil Mercedes Benz klasik tak lebih dari 6000 unit yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

SELEBRITA

More on this category »
 
Support : Rasa Susu Segar | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Majalah Kamu - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger